Agenda Dewan

    Dihadapan Politisi PSI Mimika, Warga Keluhkan Penerima BST Tidak Merata

    DPRD KABUPATEN TIMIKA

    TIMIKA | Saat ini anggota DPRD Mimika memasuki masa Reses pertama di tahun 2022.

    Reses anggota dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat melalui daerah pilihan masing-masing.

    Salah satunya dilakukan Reddy Wijaya, yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Reses digelar pada aula salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Sabtu (26/3/2022), dan dihadiri warga dari daerah pemilihan (Dapil) II, mulai Kelurahan Koperapoka, Sempan, Otomona, Perintis, Pasar Sentral, Timika Indah, dan Kebun Sirih.

    Saat Reses, Reddy mendapat keluhan terkait penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dinilai tidak merata.

    Seperti yang diungkapkan Ketua RT Pasar Damai, H Samsudin.

    Dikatakan dia, terkait dengan BST dirinya   selalu mendapatkan caci maki dari warga. Hal ini dikarenakan penerima BST dinilai tidak tepat sasaran.

    Padahal, Samsudin mengakui tidak pernah mengetahui dan dilibatkan terkait data penerima BST dari dinas terkait.

    “Bahkan ada nama yang ada pada data penerima BST, orangnya sudah meninggal. Kalau seperti itu, anggarannya dikemanakan. Dan ujung-ujungnya, saya sebagai RT sering dicaci maki karena masalah data penerima bantuan,” tuturnya.

    Sama halnya dengan Kace, warga Kelurahan Pasar Damai mengakui  cemburu terhadap penerimaan BST yang tidak tepat sasaran.

    Karena dirinya yang berprofesi sebagai tukang ojek dan sudah tinggal puluhan tahun di Mimika, tapi tidak pernah dapat BST.

    Sementara, di Kantor Pos yang mengambil BST datang menggunakan mobil, bahkan ada juga yang pegawai.

    “Saya termasuk cemburu sosial, karena penerima bantuan sasarannya yang tidak tepat. Padahal sering dilakukan pendataan kepada masyarakat tapi juga sampai sekarang tidak dapat. Ini harus jadi perhatian pihak terkait,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Reddy Wijaya mengaku akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait. Dengan tujuan untuk mendengarkan secara langsung terkait data penerima BST.

    “Ini akan jadi perhatian dan akan dikoordinasikan agar pendataan penerima BST lebih akurat dan tepat sasaran,” pungkas Reddy. (Humas)