Agenda Dewan

    Komisi C Akan Temui Pemilik Tanah Ulayat Jalan Petrosea

    DPRD KABUPATEN TIMIKA

    TIMIKA, Komisi C DPRD Mimika akan segera meemui dan turun lapangan, untuk bertemu dengan pemilik hak ulayat jalan dari Bundaran Petrosea menuju ke bandara baru.

    Hal itu terungkap dalam pertemuan Komisi C DPRD Mimika dengan Dinas Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mimika pada Kamis pekan lalu.

    “Kami sudah bertemu dengan Kabid Bina Marga, Pengairan dan Cipta Karya PUPR terkait akses utama dari Bundaran Petrosea ke bandara baru,” ujar Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yulian Solossa ketika ditemui wartawan di kantor DPRD Mimika, Jumat lalu (21/05/2022).

    Katanya, dalam anggaran tahun ini Rp 2 miliar dianggarkan untuk perencanaan saja belum untuk penyelesaian hak ulayat, dan juga soal pemindahan pemakaman dan lain-lain.

    Juga sudah disepakati bahwa Komisi C akan turun langsung, dan adakan pertemuan dengan masyarakat pemilik hak ulayat tanah yang akan terkena ruas jalan tembus itu.

    “Sehingga kami akan mendata dan mencari tahu berapa banyak masyarakat yang memiliki jalan itu. Kemudian kami akan gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR, Dinas Perumahan, Pertanahan terkait tentang penyelesaian-penyelesaian hak ulayat tersebut,”ujar politisi PDIP itu.

    Dan tahapan itu juga sambungnya akan dibahas, apakah ditetapkan di APBDP atau APBD Induk nantinya tahun depan.

    Dia berharap agar masyarakat pemilik hak ulayat itu, memiliki hati dan masalah tanah itu memang harus diselesaikan.

    “Tapi akses utama menuju bandara ini orang akan melihatnya luar biasa dan megah. Dan ditunjang dengan jalan yang lebih bagus maka Timika akan jadi pilihan utama menjadi Ibukota Papua Tengah,”jelasnya.

    Dan dia juga mengajak semua tokoh masyarakat agar mendukung jalan utama menuju bandara tersebut.

    Dinas PUPR sendiri dijelaskan Yulian segera mengajukan anggaran pembangunan jalan tersebut. Meski dinas belum mempresentasikan hal itu namun datanya semua sudah ada.

    “Semua harus mendukung pembangunan jalan ini karena sangat penting. Mau tidak mau jalan itu harus dibangun dan kemungkinan akan masuk multi years atau sekali.

    “Nanti dinas teknis yang akan menetapkan hal itu,”tambahnya. (Humas)